4 Hal yang Merusak Hati

 Beberapa Hal yang Merusak Hati
Ketahuilah bahwa hati yang berjalan menuju Allah dan hari akhirat dan bisa membuka jalan kebenaran dan meneranginya. Hati mengetahui pula bencana jiwa dan perbuatan, para pembegal cahayanya, kehidupan dan kekuatannya, kesehatan dan pengetahuannya. Hati juga mengerti jalan selamat bagi pendegaran dan penglihatannya. Akan tetapi lima hal tersebut memadamkan cahayanya, membutakan mata hatinya, menutup pendengarannya meskipun tidak sampai membuatnya tuli dan bisu, namun melemahkan kekuatan dan kesehatannya. Menghancurkan hasratnya dan menghentikan keinginannya. Adapun yang sudah tidak merasakan kesemuanya ini adalah orang yang telah mati hatinya. Tidak lagi merasakan sakit tatkala dilukai. Hal ini merupakan penghalang baginya untuk mencapai kesempurnaannya dan memutuskan jalan menuju apa yang seharusnya dituju serta menghalanginya dari kebahagiaan dan kenikmatan yang bisa ditujunya.
.
Begitu juga hendaknya anda dapat melepaskan diri anda dari hal-hal yang dapat merusak perjalanan cita-cita menuju keridhaan Allah, atau yang dapat menggagalkan maksut anda kearah yang dimaksud.
Hal-hal yang dapat “merusakkan” perjalanan menuju Allah SWT itu banyak sekali, diantaranya:
1. Berlebih-lebihan dalam bergaul
2. Banyak berangan-angan
3. Bergantung kepada selain Allah
4. Terlalu Kenyang
5. Banyak tidur serta pengaruh lain yang ditimbulkan karenanya dan pengaruh-pengaruh khusus dari masing-masing perusak hati tersebut.

Selanjutnya hal-hal yang mengakibatkan “gagalnya” untuk mencapai tujuan, antara lain adanya penyakit SYIRIK KHOFI (syirik tersembunyi) atau dengan lain perkataan, timbulnya suatu tanggapan didalam hatinya, bahwa segala amal dan ibadah yang dilakukannya itu semua pada hakikatnya dari pada Allah SWT.
Segala sesuatu yang Allah ciptakan ini (makhluk) pada dasarnya/hakikatnya adalah seakan-akan alat belaka dari Allah, namun maha suci Allah daripada memerlukan alat.
Hal-hal yang tergolong dalam syirik-khofi ini antara lain adalah sebagai berikut:
a) RIA (pameran)
Sengaja memepertontonkan, menampak-nampakkan ibadah atau amalnya kepada orang lain atau ada suatu maksut tertentu “yang lain daripada Allah”, misalnya beramal semata-mata mengharap surge.
b) SUM’AH (memperdengar-dengarkan)
Sengaja mencerita-ceritakan tentang amal ibadahnya kepada orang lain bahwa dia beramal dengan ikhlas karena Allah dengan suatu maksut agar orang lain memberkan pujian dan sanjungan kepadanya.
c) ‘UJUB (membanggakan diri)
Rasa hebat sendiri yang timbul dari dalam hatinya karena banyak amal ibadahnya, tidak dia rasakan bahwa semua itu adalah semata-mata karena karunia dan rahmat Allah SWT.
(Suqut awwaluhu wuquf ma’al-‘ibadah)
Gugur permulaannya karena terhenti pada ibadahnya semata-mata.
d) HAJBUN (hijab/ibadah)
Dinding yang dimaksut adalah karena terlena dan kagum atas keindahan amalnya, sehingga tertahan pandangan hatinya (syuhudnya) kepada kekaguman itu semata-mata, atau dengan kata lain terpengaruh kepada keindahan amal ibadahnya sendiri tidak dirasakannya bahwa semua itu adalah karunia Allah SWT.
Oleh karena itu, agar anda dapat terlepas dari hal-hal/penyakit tersebut, yang mana bias membahayakan perjalanan anda, maka tidak ada jalan lain kecuali memantabkan pandangan batin (musyahadah) dengan penuh keyakinan bahwa “segala apapun yang terjadi pada hakikatnya/dasarnya adalah dari Allah SWT”.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s