Puisi Renungan kalbu – Dungunya Jiwa Untuk Diingat

Berbicara dan menegaskan kebodohan serta kedunguannya jiwa kita adalah kosong.
Sebab ia amat cerdik dan menyombongkan diri, jika dinyatakan bodoh
Katakan padanya, “Wahai jiwa, betapa bodohnya engkau
Engkau mengklaim bijaksana, cerdas, dan cerdik
Padahal engkau adalah manusia berjiwa yang paling bodoh dan dungu
Apakah engkau tidak menyadari bahwa di hadapanmu ada surga dan neraka
Dan, engkau pasti segera masuk ke salah satunya?
Mengapa engkau bergembira, tertawa-tawa, dan sibuk menuruti nafsu
Padahal engkau menghadapi bahaya amat besar
Boleh jadi hari ini atau besok engkau diculik kematian
Mengapakah aku melihatmu memandang kematian itu jauh
padahal menurut Allah SWT, sangat dekat?
Tidakkah engkau mengetahui bahwa setiap yang akan datang itu sangat dekat
Dan yang jauh itu tidak mungkin akan datang?
Sungguh kematian bagai daun yang hijau atau yang menguning
Tanpa pemberitahuan, tanpa perjanjian, dan tanpa kesepakatan
Ia datang tanpa pilih-pilih
Sementara kamu berlumur kehinaan
Kenapa engkau tidak bersiap-siap untuk kematian?
padahal ia lebih dekat padamu daripada orang-orang terdekatmu?
Celakalah kamu jiwa jika bersandar di dunia yang merasanya kamu nyaman
Sungguh kamu membekali diri dengan racun, tanpa disadari
Ketahuilah wahai jiwaku, bahwa agamaku tidak dapat ditukar
imanku tidak dapat diganti, dan fisikku tidak mempunyai cadangan
Bahagialah mereka yang menanam Padi, yang pasti akan mendapatkan rumput
Merisaulah mereka yang menanam rumput, karena ia berpanen padi
Maka manakah yang akan kamu tanam?
Akhirat yang bagaikan padi atau Dunia yang bagaikan rumput?
Apakah engkau tidak merenungkan firman Allah SWT
Janganlah engkau menyia-nyiakan waktumu, sebab nafasmu dapat dihitung
Apabila sebagian nafas telah keluar darimu, maka sebagian dirimu telah hilang.
Karena itu gunakan masa sehat sebelum sakit
Masa luang sebelum masa sibuk
Masa kaya sebelum masa miskin
Masa muda sebelum masa tua
Dan hidupmu sebelum matimu
By: Jaw_Arif
Laronlaron Terbang

One thought on “Puisi Renungan kalbu – Dungunya Jiwa Untuk Diingat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s